0

Mengurai Sejarah Fotografi Melalui Filosofi Penghayat Cahaya

Posted by Ferra Faradillah Rizky .S on 04.03
Teks & foto : Ifan F. Harijanto

Jakarta - Perkembangan teknologi saat ini telah merasuk ke setiap elemen kehidupan manusia, bahkan ketergantungan akan kehadiran inovasi baru dalam dunia teknologi sangat dinantikan oleh masyarakat umum. Indonesia sebagai salah satu negara konsumtif  terbesar didunia menjadi sasaran empuk para produsen yang mengembangkan teknologi mutakhir. Tidak terkecuali dalam bidang fotografi, dimana hampir setiap minggunya ada review kamera keluaran terbaru ataupun produk pendukung fotografi lainnya. Dan hampir setiap 2 bulan sekali ada kamera baru yang di launching untuk dipasarkan di Indonesia. Serangan bertubi – tubi dari setiap produsen kamera yang memasarkan kamera barunya ini tidak menghalangi para konsumen Indonesia untuk selalu mencoba dengan membeli kamera tersebut.
Ray Bachtiar Dradjat atau biasa dipanggil Kang Ray dengan bukunya Filosofi Penghayat Cahaya .
Atas keprihatinan itulah seorang fotografer profesional Ray Bachtiar Dradjat atau yang biasa disebut Kang Ray menulis buku Filosofi Penghayat Cahaya yang diterbitkan oleh Chip Foto Video dimana Kang Ray sebagai juri bulanan dan Kritik Foto untuk Lomba Photo Of The Month pada majalah tersebut. Buku Filosofi Penghayat Cahaya adalah buku ke tiga yang ditulis Kang Ray, sebelumnya telah menulis buku Memotret dengan Kamera Lubang Jarum tahun 2001, dan Ritual Fotografi tahun 2008. Buku Filosofi Penghayat Cahaya ini di Prolognya tertulis sebagai Keprihatinan Dunia Fotografi yang juga berisikan KOMPILASI Photo Of The Month dan KRITIK FOTO CHIP Foto Video Digital 2008 – 2010 serta Tulisan dari 45 Fotografer Indonesia yang berkontribusi untuk buku ini. Diantaranya Oscar Motuloh, Darwis Triadi, Anton Ismael, Arbain Rambey, Feri Latief dan banyak lagi fotografer Indonesia lainnya yang memberikan wawasan dan pemaparan mengenai fotografi yang berbeda.
Ditemui dirumahnya di Jl. Pariaman No. 11 Pasar Rumput Manggarai Jakarta Selatan, Kang Ray mengungkapkan bahwa buku ini adalah sebagai re- definisi dari fotografi dimana sejarah tentang keinginan manusia untuk mendokumentasikan adalah berawal dari mata, tidak dipungkiri lagi keinginan manusia untuk mendokumentasikan adalah sebuah perjalanan sejarah yang tidak bisa di lupakan begitu saja. Kang Ray yang telah bergelut dengan dunia fotografi sejak tahun 1985 mencoba berbagai macam media yang pada jamannya dianggap tidak popular, namun pada akhirnya sejarah mengatakan lain, ketika jaman dahulu tidak begitu popular apa yang dilakukannya, tapi saat ini menjadi sebuah trend. Sebagai pendiri dari Komunitas Lubang Jarum Indonesia yang memperkenalkan kembali tentang sejarah pendokumentasian yang terlewat selama seratus tahun lebih ini, Kang Ray mengingatkan kepada setiap orang yang mau menekuni dunia Fotografi bahwa fotografi sangatlah luas dan bisa masuk ke unsur manapun dalam bidang apapun, tidak perlu lagi memperdebatkan alat, karena fotografi bukan sekedar alat namun pemahaman dan pemikiran. Fotografi adalah sebuah perjalanan membuat dan mengambil, tidak terbatas hanya sebagai gambar yang diperlihatkan namun bisa memberikan makna dari gambar tersebut.


Salah satu isi halaman buku Filosofi Penghayat Cahaya

Buku yang telah beredar di Toko Buku Gramedia sejak akhir Juli kemarin ini akan mengadakan Syukuran di Newseum CafĂ© jl. Veteran I no. 33 Jakarta Tgl 17 Agustus 2011 dan akan mengadakan FILOFOTO WEEK di beberapa kota di Indonesia yag diisi Bedah Buku, Diskusi dan pameran diantaranya di Cirebon tanggal 21 Agustus 2011 bertempat di Griya Ciayu Megakuning, Malang, Bandung, Balikpapan, Semarang, Kediri, Jogja, Solo, Medan dan Makasar yang akan dilaksanakan bergantian selama bulan September – November. Tujuan dari Buku ini seperti yang dikatakan Kang Ray adalah masih dalam rangka pembuktian yang menyatakan keyakinan penulis bahwa fotografi sangatlah beragam dan memang ada, tidak sebatas fotografi jurnalistik dan fotografi salon. FILOSOFI PENGHAYAT CAHAYA merupakan strategi pengembangan industri , profesi, dan studi fotografi yang lahir atas keprihatinan penulis terhadap dunia fotografi sekaligus bertujuan pada peningkatan aktifitas fotografi yang kaya ragam dan tinggi eksplorasi, sehingga  lingkup fotografi semakin dipahami secara luas, progresif dan mendalam seperti yang dituturkan oleh Kang Ray dalam Prolog-nya.

Buku ini sangatlah bagus untuk dimiliki para fotografer baik professional, hobi maupun mahasiswa yang sedang menekuni dunia fotografi, buku ini bisa menjadi acuan tentang beragam pemahaman fotografi yang ditulis oleh 45 kontributor yang semuanya adalah fotografer professional Indonesia dan juga untuk koleksi buku fotografi anda. Pembaca juga bisa mendalami  esensi tentang fotografi mengenai filosofi tentang penghayatan cahaya, sebagai jiwa dari fotografi itu sendiri dan bukan alat yang harus diagungkan. Esensi yang selama ini sering diperbincangkan tetapi luput di re-definisikan agar timbul pemahaman beragam bukan seragam!! Itulah harapan yang diinginkan oleh Kang Ray atas diterbitkannya buku ini. Semoga buku ini bisa menambah perbendaharaan buku fotografi di Indonesia sehingga fotografi Indonesia akan semakin maju.[]

0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 Everything About World History All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.